Latest News

Ikut GCOS seru juga !!!!!!!

Kamis, 29 Oktober 2009 , Posted by 3-oz | Bukan Sekedar Obrolan Biasa !!! O zzz... at 09.13




Tgl 25 Oct 2009, saya, Pak Rudy, dan Pak Shodikin berangkat ke Jakarta pukul 04.00 dari Rembang naik bus Nusantara. Rasanya dek-dek an “ Aku mau ke Jakarta wow…. Mewakili sekolahku !!!” seru Evan. Tiba-tiba bus Nusantara N-39 berhenti didepan rumah, akupun pamitan ama papa mamaku.

Rasanya masih ndak percaya klo aku mau ke Jakarta. Perjalanan yang memakan satu malam membuat penasaran yang ada pada benakku. Sinarnya pagi membuatku terbangun, diplang menunjukkan aku tiba di Cikampek. Wow... macet-macet !!! wajar namanya aja kota besar dan banyak para pekerja yang memulai aktivitas di hari senin itu. Dengan macet, akhirnya aku tiba di Terminal bus Pulogadung jam 10, Gmana ini acara GCOS dimlai jam 9 ??? Jadi nich terlambat. Setibanya di Pulogadung kami langsung berangkat hotel Shangri-La Jakarta Pusat dengan Busway Transjakarta jurusan Dukuh Atas 2.

Pertama kali naik busway… huft rasanya enak tapi sesak karena banyak orang-orang Jkt berangkat aktivitas di semua instansi yang ada. Nggggg…. Suara busway menggencarku dan melihat pemandangan kota Jakarta yang bertingkat-tingkat mecakar langit. Tak terasa akhirnya tiba di halte Dukuh Atas 2. Kami tanya kepada petugas, “ Pak klo mau ke Shangri-La hotel ke mana ?” lalu jawab dari petugas busway,” O… dekat, bapak naik aja ojek langsung ke Shangri-La”. Kami turun dari halte kemudian naik ojek. Wow… Tak terasa dekatnya aku lihat hotel yang megah berbintang. Klo mau masuk ada satpam yang selalu mengecek tamu yang dating.

Sungguh memalukan, ketika aku dicek security tiba terdengar suara wiuw…wiuw… Aduh jadi teroris nich…. Di cek ternyata di dalam tasku ada laptopnya jdi ke detect hingga bunyi sirine…

Hore… akhirnya bias lolos jga….
Tapi… di bagian lobby semua barang-barang di chek kembali ama security. Karena dah pengalaman di bagian pos sebelumnya membuat pengalaman itu tak terjadi kembali. Kami masuk ruangan GCOS, ternyata pembicara dari Sun Microsystem, MAMPU dari India, ODF alliance, dan lainnya udah memulai pembukaan dan panel diskusi, terlambat juga akhirnya. Sampai jam 12.30, tak ikuti seminarnya ada orang-orang terkemuka di Open Source. Waktu Break udah disiapin makan siangnya dari pelayan-pelayan Shangri-La Hotel, Makanan yang di sediakan itu ala barat semuanya…. Rasanya nek dech…(dasar orang ndeso gtu…).

Setelah itu, aku masuk workshop academicians. Pertama yang ngisi Pak Richard Randriatoamanana dari Perancis, dia jelasin pentingnya open source untuk research engineer. Dan pembicara ke 2 Bagiono Djokosumbogo (orang JENI ASEAN dari SEAMOLEC), dia jelasin bahwa siswa SMK itu bisa membuat game mobile. Dengan proses-proses: Dream Conceptualisme & Sequeneing Character, Effect, Background, Story Board  JENI Mobile Game. Bisa di access (jeni.or.id , game.seamolec.org , media.seamolec.org).


Kemudian, yang paling seru yaitu dari Onno W. Purbo. Siapa sich orang IT yang nggak knal dia. Dia itu Open Source Foundation Indonesia. Banyak jasanya untuk negri ini. Produknya sangat banyak mulai dari Voip Rakyat, Wiki, Sahana, dan lainnya. Voip Rakyat itu sebuah komunikasi telepon GRATIS dengan program Open Source, jadi semua orang bisa telepon dengan Gratis dan membuat Server Voip Rakyat sendiri. Onno itu orang yang humoris banyak bikin tertawanya aja tapi dia Patriotis, Dia sangat peduli sekali tentang keadaan di Indonesia ini. Misalnya pendidikan, dia buat Wiki (http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Main_Page) dan BSE (Buku Sekolah Elektronik yang berbasis Open Souce) untuk pengetahuan anak-anak Indonesia.

Di hari yang ke 2 aku berangkat lagi ke Shangri-La Hotel dari Utan Kayu (rumah saudaranya Pak Rudy) dengan Busway. Hari ke-2 ini full banget buat Character Animation pakai Blender Open Source Software. Yang menjadi pembicara itu mas Adez Aulia (ikut membuat film meraih mimpi dengan animasinya selama 3 tahun). Wow… ternyata buat animasi itu tak mudah harus butuh perjuangan, semangat, dan waktu yang relative lama. Waktu pelatihan itu aku agak merasa kesuliatan karena aku tak bawa mouse hanya pakai touch mouse laptop. Walaupun begitu aku ikutin aja instruksi mas Adez. Walaupun hasil Blendernya agak aneh, tapi ndak papa namanya aja latihan. Kalau ingin mengetahui teknik-teknik Blander kunjugi situs ini (http://animationradio.co.cc/ ). Acara ini berakhir samapai jam 5 sore.

Tiba-tiba sauadaraku yang ada di Bekasi Telepon, “Hello… Evan, ini Budhe mau sampai di Shangri-La, tunggu sebentar ya!!!” . Jadi sambil nunggu waktu menunjukkan Magrib, aku, P Rudy, dan P Shodikin sholat berjamaah terlebih dahulu. Sambil nyantai-nyantai nikmatin wi-fi yang ada di Shangri-La, Aku, P Rudy, dan P Shodikin pada otak-atik laptopnya sendiri-sendiri.

Tak terasa, Budhe ku datang dan bertemu ama guruku dan P Rudy. Mereka bicara-bicara, dan memutuskan (kaya di pengadilan aja) untuk berpencar-pencar bersama keluarganya masing-masing. Akhirnya aku bisa ketemu keluargaku sendiri. Pak Shodikin dan Pak Rudy diantarin juga ama Pakdhe ku.

Kota Jakarta yang macet dan ramai, membuat Pakdheku bingung sampai-sampai ketilang ama polisi gara-gara waktu macet motong jalan. Tapi nggak masalah dengan puter-puter aku bisa melihat hotel JW Marriot (yang dibom dulu itu), Tugu Monas, Stasiun Gambir, Pasar Senen, kantor KPK, Mal-mal dan gedung lainnya. Seru banget…

Hari Rabu pagi aku berangkat ke kantor BPPT (Badan Pengajian dan Penerapan Teknologi) di jalan MH Thamrin. Aku diantar Pakdhe ku sampai Pulogadung aja karena Pakdhe juga mau kerja. Di Pulogadung aku sempat miss communication dengan P Shodikin, udah lama tak tunggu di halte busway ternyata pak Shodikin udah naik dulu. Ya udah gak masalah, nanti bisa ketemuan di halte busway Dukuh Atas 2.

Sesampainya disana bisa ketemu lagi dengan P Rudy dan P Shodikin lagi. Kami langsung translate busway ke Sarinah. Tampak gedung BPPT dari sana. Kami langsung bergegas ke kantor BPPT tampaknya terlambat dech. Tapi sesampainya di Auditorium gedung BPPT Mr Ricahard Stallman belum maju, baru aja pembukaan dari Bu Berty (Perempuan penggerak IT di Asia-Pasific). Setelah selesai sambutan, moderator baru mempersilahkan Mr Richard. Dia Seorang Penggerak Open Source di dunia dan GNU man yang berkelahiran Amerika.

“ I want Open Source be the Freedom !!!” itu yang di katakan Mr Richard di podium BPPT. Artinya dia ingin sekali memerdekakan Open Source yang ada di dunia ini dan menolak semua software property (berbayar).
Dia menolak menggunakan Open Source untuk bisnis (dalam arti diperjual-belikan) dia menginginkan software itu FREE !!! (seperti Linux yang menggunakan GPL). Dengan itu semua orang bisa menggunakannya tanpa membayar dan bisa mengembangkan (Memodifikasi) sesuai dengan keinginannya.

Banyak sekali yang ku peroleh dari GCOS ini !!!
Banyak sekali pelajaran dan pengalaman 3 hari di Jakarta ini !!!

Maju terus Open Source !!!
Ayo gunakan softwaremu dengan Open Source sekarang juga !!!

Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Posting Komentar