Best to TKJ !!!
1st semester has ended, so many sad stories are proud of TKJ. Various kinds of character qualities that friends coloring TKJ. A lot of experiences that I experienced. From the initial entry is still empty because nobody nothing to call my friend recognizable, understandable once from out of town. The earliest entry that looks odd (tie-dressed wealthy officials) made "SBY" as my vocation, because the time is presidential election campaign of 2009-2014.
Every day there is no word other than "SBY" that permeated my ears. But that's not what the children become more familiar and friendly with me. Here my children to know cohesiveness collaboration within 1 TKJ A to take on various problems and are always concerned when there are friends who need help. It deserves to be developed in a positive thing.
TKJ is still a young age had dared raise permissibility, with evidence of each PSB (Admission of New Students) from year to year has increased. A young age should have a strong spirit, says the proverb. This can be a support for TKJ to be more developed and advanced. But remember! There are still many who need us to solve together.
Oh yes, I want to tell you a little about the Study of Appeals in Salatiga yesterday.
Yesterday (15/12/09) I and study relative appeal OSIS SMK 2 Salatiga. There is TKJ the same direction with our age. Innovative lot that need to be developed in TKJ SMK 1 Rembang this. Starting from KBM and amenities.
In Teaching and Learning Activities for grade 1 there was taught about the Assembly Laptops and material about the network. For here a new basis and just assembling PCs.
Hopefully TKJ SMK 1 Rembang to forward and Success !
Mengukir Hidup di Pesisir Rembang

Sudah hampir 6 Bulan (setengah Tahun) aku hidup di kota Rembang yang terkenal dengan daerah pesisir yang berbau amis dan asin. Di Usia-ku yang ke-15 ini, aku menjalani sebuah perjalanan hidup untuk mampir di kota Rembang. Walaupun aku bukan orang asli Rembang, Tetapi Rembang sekarang sudah menjadi bagian hidupku saat ini. Memang Ibuku asli orang Rembang dan bapakku asli orang Kudus, Kalau aku asli orang Cepu yang terkenal sebagai kota minyak itu. Tapi itu kengan masa lalu.
Saat ini aku mulai mengukir hidup baru dikota kelahiran RA Kartini,(Pahlawan emansipasi Wanita). Jasa beliau yang begitu besar untuk para Wanita supaya bisa hidup berkembang dan lebih maju. Selama perjalan hidupku begitu banyak pelajaran yang dapat aku ambil. Dari liku-liku kehidupan aku mempelajari dari suatu kegagalan untuk menjadi bekal Di Masa Esok sebagai generasi penerus.
Memasuki jenjang pendidikan menengah keatas ini, Aku mulai menjalani hidup baru untuk ber tholabil ilmi (mencari ilmu) di salah satu sekolah Kejuruan di kota Rembang. SMKN 1 Rembang menjadi sekolahku saat ini. Di SMK ini aku mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan (ICT Center). Dunia Teknologi merasuki-ku sehingga aku ingin sekali mempelajari untuk bisa bersaing di era globalisasi ini.
Persaingan dengan memperkuatkan IPTEK dan IMTAQ. Supaya Membuahkan Madu yang lezat bagi Masa Depan.
Walaupun baru setengah tahun berada diRembang banyak sekali pengalaman-pengalaman menarik. Mulai dari kebudayaan daerah setiap tahunnya “ Sedekah Laut, Sedekah Desa, Sedekah Bumi” telah menjadi adat disana.Keindahan pantai pesisir Rembang. Kesibukan para pedagang ikan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan). Suara Truk-truk besar yang bergemuruh lewat didepan rumahku (Jalur Pantura). Bau-bau ikan yang setiap hari ku cium sudah familiar dengan diriku ini. Benih-benih tambak garam dan lautan sudah menjadi pemandangan ku tiap harinya. Banyak sekali macam-macamnya. Tetapi kasihan, masih banyak masyrakatnya yang melarat serba kekurangan. Ini yang perlu kita benahi bersama untuk menangani pembangunan dan kondisi ekonomi yang makin terpuruk keadaannya.
Kita perlu kesadaran bersama untuk bisa memajukan kota Rembang menjadi Kota Maju. Janganlah kita menjadi orang Egois yang tak mengenal solidaritas. Kerjasama antara masyarakat dan pemerintah perlu ditingkatkan kembali. Kita Pasti Bisa Melakukan itu
Teruslah Maju Kota Pesisir Rembang !!!
Gallery Photo GCOS Jakarta
and
Photo 1st Day in Shangri-La Hotel Jakarta

Photo 1 : Evan Enza R, I Made Wiryana, Rudy Heryanto

Photo2 : Evan Enza R, I Made Wiryana, Shodikin
Photo 2nd Day in Shangri-La Hotel Jakarta (Workshop Blender Animation)Photo 3rd Day in BPPT Jakarta
Photo 4 : Shodikin and Evan Enza RizqiFoto Bareng-bareng 1 in BPPT Jakarta

Evan Enza R mejeng in front of BPPT Jakarta

Evan Enza Rizqi (student ICT Center SMK 1 Rembang TKJ)
Aku Masuk Koran !!! (Suara Merdeka)
He...He....
Ternyata orang sepertia ku ini bisa masuk koran juga ya.... . Padahal ini menjadi suatu hal baru pertama yang aku alami sendiri. Aku begitu shock sekali, pada hari Jumat (13/11/09) teman sekelasku yang bernama Jeje menodongku kalau aku lagi mejeng di koran kaya orang penting aja. Dia melihat aku (Evan Enza R) di koran Suara Merdeka yang dia baca di perpustakaan. Aku pun jadi pensaran untuk mencarinya, kemudian ku telusuri di perpustakaan sekolah ternyata koran Suara Merdeka Edisi Kamis (12/11/09) hasilnya nihil sekali. Aku tanya lagi,"dimana kamu membaca korannya, Je ?" dia bilang di perpustakaan. "Apa bener ?"tanya aku. "Bener, Sumpah kemarin aku baca di perpustakaan" bantah Jeje. "Pepustakaan mana ?" aku tambah penasaran aja. "Ya, di perpustakaan Daerah Rembang (depan Taman Kartini)". O.... setelah ku dengar begitu, saya terus berpikir-pikir dalam hati "Apa seorang aku ini bisa masuk koran????".
Keesokan harinya Om ku beli koran Suara Merdeka edisi Kamis(12/11/09) karena aku beritahu kalau aku masuk koran. Ternyata Memang benar-benar ada !!! Setelah aku lihat-lihat satu per satu dari halaman pertama hingga yang tengah-tengah. Disitu muncul photo ku (menggunakan baju hitam lerek-lerek) dan guru TKJ (P. Shodikin) yang lagi mejeng pada saat GCOS (Global Conferenece OpenSource) di Shangri-La Hotel Jakarta (26-27 Oktober '09). Tak kira photoku saat di pendopo Rembang acara Launching Open Source for My School. E.... malah photoku saat di Jakarta. Jadi kaya orang penting ya....
Ikut GCOS seru juga !!!!!!!
Tgl 25 Oct 2009, saya, Pak Rudy, dan Pak Shodikin berangkat ke Jakarta pukul 04.00 dari Rembang naik bus Nusantara. Rasanya dek-dek an “ Aku mau ke Jakarta wow…. Mewakili sekolahku !!!” seru Evan. Tiba-tiba bus Nusantara N-39 berhenti didepan rumah, akupun pamitan ama papa mamaku.
Rasanya masih ndak percaya klo aku mau ke Jakarta. Perjalanan yang memakan satu malam membuat penasaran yang ada pada benakku. Sinarnya pagi membuatku terbangun, diplang menunjukkan aku tiba di Cikampek. Wow... macet-macet !!! wajar namanya aja kota besar dan banyak para pekerja yang memulai aktivitas di hari senin itu. Dengan macet, akhirnya aku tiba di Terminal bus Pulogadung jam 10, Gmana ini acara GCOS dimlai jam 9 ??? Jadi nich terlambat. Setibanya di Pulogadung kami langsung berangkat hotel Shangri-La Jakarta Pusat dengan Busway Transjakarta jurusan Dukuh Atas 2.
Pertama kali naik busway… huft rasanya enak tapi sesak karena banyak orang-orang Jkt berangkat aktivitas di semua instansi yang ada. Nggggg…. Suara busway menggencarku dan melihat pemandangan kota Jakarta yang bertingkat-tingkat mecakar langit. Tak terasa akhirnya tiba di halte Dukuh Atas 2. Kami tanya kepada petugas, “ Pak klo mau ke Shangri-La hotel ke mana ?” lalu jawab dari petugas busway,” O… dekat, bapak naik aja ojek langsung ke Shangri-La”. Kami turun dari halte kemudian naik ojek. Wow… Tak terasa dekatnya aku lihat hotel yang megah berbintang. Klo mau masuk ada satpam yang selalu mengecek tamu yang dating.
Sungguh memalukan, ketika aku dicek security tiba terdengar suara wiuw…wiuw… Aduh jadi teroris nich…. Di cek ternyata di dalam tasku ada laptopnya jdi ke detect hingga bunyi sirine…
Hore… akhirnya bias lolos jga….
Tapi… di bagian lobby semua barang-barang di chek kembali ama security. Karena dah pengalaman di bagian pos sebelumnya membuat pengalaman itu tak terjadi kembali. Kami masuk ruangan GCOS, ternyata pembicara dari Sun Microsystem, MAMPU dari India, ODF alliance, dan lainnya udah memulai pembukaan dan panel diskusi, terlambat juga akhirnya. Sampai jam 12.30, tak ikuti seminarnya ada orang-orang terkemuka di Open Source. Waktu Break udah disiapin makan siangnya dari pelayan-pelayan Shangri-La Hotel, Makanan yang di sediakan itu ala barat semuanya…. Rasanya nek dech…(dasar orang ndeso gtu…).
Setelah itu, aku masuk workshop academicians. Pertama yang ngisi Pak Richard Randriatoamanana dari Perancis, dia jelasin pentingnya open source untuk research engineer. Dan pembicara ke 2 Bagiono Djokosumbogo (orang JENI ASEAN dari SEAMOLEC), dia jelasin bahwa siswa SMK itu bisa membuat game mobile. Dengan proses-proses: Dream Conceptualisme & Sequeneing Character, Effect, Background, Story Board JENI Mobile Game. Bisa di access (jeni.or.id , game.seamolec.org , media.seamolec.org).
Kemudian, yang paling seru yaitu dari Onno W. Purbo. Siapa sich orang IT yang nggak knal dia. Dia itu Open Source Foundation Indonesia. Banyak jasanya untuk negri ini. Produknya sangat banyak mulai dari Voip Rakyat, Wiki, Sahana, dan lainnya. Voip Rakyat itu sebuah komunikasi telepon GRATIS dengan program Open Source, jadi semua orang bisa telepon dengan Gratis dan membuat Server Voip Rakyat sendiri. Onno itu orang yang humoris banyak bikin tertawanya aja tapi dia Patriotis, Dia sangat peduli sekali tentang keadaan di Indonesia ini. Misalnya pendidikan, dia buat Wiki (http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Main_Page) dan BSE (Buku Sekolah Elektronik yang berbasis Open Souce) untuk pengetahuan anak-anak Indonesia.
Di hari yang ke 2 aku berangkat lagi ke Shangri-La Hotel dari Utan Kayu (rumah saudaranya Pak Rudy) dengan Busway. Hari ke-2 ini full banget buat Character Animation pakai Blender Open Source Software. Yang menjadi pembicara itu mas Adez Aulia (ikut membuat film meraih mimpi dengan animasinya selama 3 tahun). Wow… ternyata buat animasi itu tak mudah harus butuh perjuangan, semangat, dan waktu yang relative lama. Waktu pelatihan itu aku agak merasa kesuliatan karena aku tak bawa mouse hanya pakai touch mouse laptop. Walaupun begitu aku ikutin aja instruksi mas Adez. Walaupun hasil Blendernya agak aneh, tapi ndak papa namanya aja latihan. Kalau ingin mengetahui teknik-teknik Blander kunjugi situs ini (http://animationradio.co.cc/ ). Acara ini berakhir samapai jam 5 sore.
Tiba-tiba sauadaraku yang ada di Bekasi Telepon, “Hello… Evan, ini Budhe mau sampai di Shangri-La, tunggu sebentar ya!!!” . Jadi sambil nunggu waktu menunjukkan Magrib, aku, P Rudy, dan P Shodikin sholat berjamaah terlebih dahulu. Sambil nyantai-nyantai nikmatin wi-fi yang ada di Shangri-La, Aku, P Rudy, dan P Shodikin pada otak-atik laptopnya sendiri-sendiri.
Tak terasa, Budhe ku datang dan bertemu ama guruku dan P Rudy. Mereka bicara-bicara, dan memutuskan (kaya di pengadilan aja) untuk berpencar-pencar bersama keluarganya masing-masing. Akhirnya aku bisa ketemu keluargaku sendiri. Pak Shodikin dan Pak Rudy diantarin juga ama Pakdhe ku.
Kota Jakarta yang macet dan ramai, membuat Pakdheku bingung sampai-sampai ketilang ama polisi gara-gara waktu macet motong jalan. Tapi nggak masalah dengan puter-puter aku bisa melihat hotel JW Marriot (yang dibom dulu itu), Tugu Monas, Stasiun Gambir, Pasar Senen, kantor KPK, Mal-mal dan gedung lainnya. Seru banget…
Hari Rabu pagi aku berangkat ke kantor BPPT (Badan Pengajian dan Penerapan Teknologi) di jalan MH Thamrin. Aku diantar Pakdhe ku sampai Pulogadung aja karena Pakdhe juga mau kerja. Di Pulogadung aku sempat miss communication dengan P Shodikin, udah lama tak tunggu di halte busway ternyata pak Shodikin udah naik dulu. Ya udah gak masalah, nanti bisa ketemuan di halte busway Dukuh Atas 2.
Sesampainya disana bisa ketemu lagi dengan P Rudy dan P Shodikin lagi. Kami langsung translate busway ke Sarinah. Tampak gedung BPPT dari sana. Kami langsung bergegas ke kantor BPPT tampaknya terlambat dech. Tapi sesampainya di Auditorium gedung BPPT Mr Ricahard Stallman belum maju, baru aja pembukaan dari Bu Berty (Perempuan penggerak IT di Asia-Pasific). Setelah selesai sambutan, moderator baru mempersilahkan Mr Richard. Dia Seorang Penggerak Open Source di dunia dan GNU man yang berkelahiran Amerika.
“ I want Open Source be the Freedom !!!” itu yang di katakan Mr Richard di podium BPPT. Artinya dia ingin sekali memerdekakan Open Source yang ada di dunia ini dan menolak semua software property (berbayar).
Dia menolak menggunakan Open Source untuk bisnis (dalam arti diperjual-belikan) dia menginginkan software itu FREE !!! (seperti Linux yang menggunakan GPL). Dengan itu semua orang bisa menggunakannya tanpa membayar dan bisa mengembangkan (Memodifikasi) sesuai dengan keinginannya.
Banyak sekali yang ku peroleh dari GCOS ini !!!
Banyak sekali pelajaran dan pengalaman 3 hari di Jakarta ini !!!
Maju terus Open Source !!!
Ayo gunakan softwaremu dengan Open Source sekarang juga !!!
Mobile, iPod, PS 3 Free !!!!

You can get Mobile, iPod, and PS 3 free....!!!!!
Its easy to get it, you can register (click here to register)
How to do
Xpango uses a unique Credit system to reward our customers with Free Mobile Phones, Gaming Consoles, MP3 Players & HDTVs !
Each Gadget is received for Free in exchange for Credits which can be received from Xpango.
When you register with Xpango and select your Free Gift, you will receive a 'Referral ID' which is used to gain Credits. Credits can easily be gained by either (or a combination of) participating in Xpango Offers, Referring Friends, or by purchasing a Clix Package .
Credit requirements for Gifts vary depending on the retail price of the Mobile Phone/Gaming Console/MP3 Player/HDTV. More expensive Gifts require more Credits than less expensive Gifts. The diagram below details how the system works:
Come to join us, REGISTER











